Selasa, 19 Juli 2016 07:31 WIB

HUT ke-71 RI, Menteri Susi Berniat Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan di Natuna

Editor : Eggi Paksha
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, berniat kembali melakukan penenggelaman kapal pelaku pencurian ikan (illegal unreported unregulated/IUU fishing) untuk memperingati perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 2016.




Rencananya, penenggelaman akan dilakukan di wilayah perairan Natuna. Dia mengatakan, pemilihan Natuna sebagai lokasi penenggelaman karena di tempat tersebut juga rencananya akan diadakan perayaan HUT  ke-71 RI bersama masyarakat di pulau terpencil.

"Kita kan sekalian ada perayaan acara 17 Agustus dengan masyarakat pulau terpencil. Kita ingin siapkan dengan penenggelaman (kapal pencuri ikan)," kata dia di Gedung Mina Bahari III Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Senin (18/07/2016).

Pekan ini, mantan Bos Susi Air ini juga akan mengunjungi Kepulauan Natuna untuk mempersiapkan rumah yang akan ditempati nelayan Pantura yang hijrah dan menangkap ikan di Natuna. Saat ini, setidaknya terdapat 400 kapal berukuran 30 grosstonage (GT) asal Pantura yang sudah pindah ke Natuna.

Selain itu, Susi juga akan menyiapkan fasilitas cold storage di kepulauan terluar Indonesia tersebut. "Kita juga akan peletakan batu pertama fasilitas detensi untuk tahanan kapal ikan ilegal, dan peletakan batu pertama puskodal, dan sentra perikanan terpadu," jelas dia.

Sebelumnya, Susi mengatakan akan menenggelamkan 30 kapal pencuri ikan setelah Lebaran tahun ini, sekitar 9 atau 10 Juli 2016. Keputusan ini diambil setelah dilakukan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dengan Satgas 115.

Pihaknya sedang mempersiapkan penenggelaman tersebut. "Rakornas Satgas 115 habis Lebaran pada 9 atau 10 Juli. Kita sedang persiapkan ditenggelamkan 30-an kapal," ujarnya di Jakarta, Selasa (21/06/2016).

Sementara, lanjut dia, KKP dan instansi terkait sudah menenggelamkan 57 kapal hingga 21 Juni atau hari ini di wilayah penangkapan kapal 711. Paling banyak berasal dari Vietnam sebanyak 49 kapal, Thailand hanya satu kapal, Malaysia mencapai empat kapal dan China sebanyak tiga kapal.

"Dari 1 Januari hingga 21 Juni 2016 ada 57 kapal di wilayah 711, 46 oleh KKP, 6 TNI AL dan 5 Polri," tutur dia.(exe/ist)


0 Komentar