Rabu, 25 Mei 2016 07:41 WIB

Los Blancos Dibayangi Kutukan Giuseppe Meazza

Editor : Eggi Paksha
 

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Real Madrid akan menghadapi dua musuh sekaligus saat final Liga Champions.

Selain harus mengatasi lini belakang Atletico Madrid, Los Blancos perlu menetralisir kutukan Giuseppe Meazza. Pelatih Zinedine Zidane harus menemukan strategi tepat agar armadanya bisa mencetak gol saat partai penentu digelar, Minggu (29/5/2016).

Pasalnya, pertahanan Atletico sangat kokoh. Los Rojiblancos cuma kebobolan 18 kali di Liga Spanyol. Dan, di Liga Champions, baru kemasukan tujuh kali dari 12 partai.

Tapi, kendala terbesar Zidane adalah keangkeran Giuseppe Meazza. Markas AC Milan dan Inter Milan itu bukan tempat ramah baginya dan Madrid. Madrid selalu gagal meraih hasil positif selama 14 kali kunjungan. Apapun kompetisinya, baik itu Liga Champions, Piala UEFA atau Piala Winners, kemenangan kerap menjauh.

Los Galacticos tidak pernah menang ketika menghadapi Milan atau Inter. Parahnya, Madrid hanya memasukan enam gol dan kebobolan 21 kali. Kekalahan terbesar ketika dihajar Milan 5-0 yang saat itu diasuh Arrigo Sacchis pada 19 April 1989.

Siapapun pelatih serta gugusan bintang yang dibawa, Madrid terus mengalami kesialan ketika bertanding di Giuseppe Meazza. Apapun taktik yang diusung Madrid, tim lawan selalu bisa merusaknya.

Sejumlah pilar Madrid juga tidak punya kenangan bagus di Giuseppe Meazza. Cristiano Ronaldo sudah berkunjung tiga kali, tapi tidak pernah menang dan selalu gagal mencetak gol. Catatan Karim Benzema, Luka Modric dan Pepe juga tidak jauh berbeda. Mereka tidak pernah pulang dari Milan sambil tersenyum.

Ironisnya, Zidane ikut merasakan kutukan serupa. Zizou hanya meraih satu kemenangan di Giuseppe Meazza, dan terjadi selama lima musim sebagai pemain Juventus. Artinya, pelatih asal Prancis itu lebih sering menelan hasil mengecewakan di sana.

Kabar baiknya, Madrid masih punya Gareth Bale. Pangeran Wales pernah mencetak hat-trick di Giuseppe Meazza pada 2010 saat berseragam Tottenham Hotspur. Selain itu, ini juga pertama kalinya Madrid melakoni final Liga Champions di stadion berkapasitas 80.000 tempat duduk itu. Mungkin saja itu ada pengaruh positifnya.(exe/ist)
0 Komentar