Senin, 23 Mei 2016 20:05 WIB

Menkeu Pastikan Tidak Hanya Indonesia yang Memiliki Utang

Editor : A. Amir
JAKARTA, Tigapilarnews.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Bambang Brodjonegoro menerangkan, bahwa dalam kondisi sekarang tidak ada satupun negara dengan anggaran yang surplus. Artinya negara-negara menggunakan utang untuk menutupi kebutuhan belanja.

"Saya tidak mencari alasan, memang tidak ada budget yang surplus. Semuanya defisit," kata Bambang dalam rapat kerja dengan Komisi XI di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/5/2016).

Bambang menjelaskan, utang negara lain jauh lebih besar dari Indonesia, baik secara nominal maupun rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Negara sepantaran dengan kita itu budget defisitnya itu lebih tinggi dari kita. Mereka utangnya lebih tinggi secara nominal pastinya," jelasnya.

Tadinya, Arab Saudi merupakan salah satu negara dengan anggaran negara yang selalu surplus. Akan tetapi, setelah harga minyak turun drastis sampai dengan US$ 30 per barel, penerimaan negaranya langsung anjlok.

Bambang menyatakan defisit anggaran Arab Saudi pada 2016 mencapai 20% atas PDB. Sehingga Arab Saudi mulai menerbitkan surat utang untuk menutupi belanja.

"Arab Saudi yang biasanya surplus, itu defisit 20% karena harga minyaknya jatuh," tegas Bambang.

Hal yang sama juga terjadi pada Australia. Seiring dengan turunnya harga komoditas sejak beberapa tahun lalu. Pada 2016, defisit anggaran Australia mencapai 2,5% dari PDB.

"Australia, biasanya surplus, sejak harga komoditas anjlok, itu sekarang sudah 2,5% dari PDB," paparnya.
0 Komentar