Minggu, 24 April 2016 21:01 WIB

Yasonna: Napi Gantung Diri Diduga Stres

Editor : Danang Fajar
Laporan : Muchammad Syahputra

JAKARTA, Tigapilarnews.com- Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly mengungkapkan rasa belasungkawanya terhadap salah seorang napi yang tewas gantung diri di dalam Lapas Banceuy Bandung Jawa Barat.

Undang (54) tewas setelah menggantungkan dirinya di dalam ruang tahanan. Kematian Undang menimbulkan kericuhan di Lapas Banceuy, Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

"Kami seluruh jajaran Kemenkumham menyampaikan penyesalan sedalam-dalamnya kepada keluarga Undang (napi) yang meninggal," ujar Yasonna dalam konferensi persnya di Gedung Kemenkumham, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (24/4/2016) petang.

Dirinya juga membenarkan, jika korban yang bernama Undang tersebut, dalam dua bulan kedepan akan bebas bersyarat.

"Benar bahwa yg bersanggkutan bebas bersyarat dua bulan lagi," katanya.

Yasonna menduga, kondisi korban pada saat itu sedang dalam keadaan stres lantaran pada saat kejadian, Yasonna mengatakan, saat itu pihak lapas sedang melakukan operasi pemeriksaan bersih narkoba.

"Memang info awal dalam pemeriksaan itu, kita ini (sedang melakukan) gerakan bersihkan narkoba ke dalam sangat keras. Ketika itu, almarhum memegang tas plastik hitam (yang didapat) dari orang luar," ungkapnya.

Kemudian, Yasonna melanjutkan, petugas meminta korban agar turun ke bawah untuk diperiksa, namun korban justru pergi ke kamar mandi, setelah itu baru masuk ke blok selnya.

"Diperiksa, tidak ada alat bukti di situ, tapi petugas ini sudah berpengalaman maka (petugas) mengambil langkah selanjutnya, (yakni) ketika napi masuk ke dalam blok, maka dikunci. Mereka mau tindak lanjut, periksa dalam blok, (juga) tidak ditemukan apa-apa, tindak lanjut selanjutnya tes urin, ternyata satu orang positif," terang Yasonna.

"Ini orang ditarik, periksa, ada indikasi pemeriksaan mereka dengan pemaksaan supaya mengaku. Tapi korban tidakk mengaku makanya distrupt cell. Makanya ditemukan satu meninggal, satu dipindahkan ke tempat lain," jelasnya.

Maka dari itu, Yasonna menduga kalau korban dalam keadaan stres lantaran takut jika ketahuan bersalah atau melakukan sesuatu yang melanggar aturan. "Khusus almarhum, bisa saja stress (karena) takut PB nya di cabut karena ketahuan. Kami menyesalkan kejadian tersebut," tambahnya.

Untuk saat ini, Yasonna mengatakan kalau pihaknya telah berkomunikasi dengan Kapolres untuk meminta informasi yang lebih kuat terkait penyebab dari kematian korban.

"Hasil visum belum keluar tapi, dikonfirmasi (kalau korban) bunuh diri, dan Kapolres mengatakan memang bunur diri," tutupnya.