Jumat, 19 Februari 2016 19:02 WIB

ISIS Penggal Remaja Tak Salat Jumat

Editor : Eggi Paksha
JAKARTA, Tigapilarnews.com- Kelompok militan ISIS dikabarkan mengeksekusi dua remaja yang tidak salat Jumat dan seorang lainnya karena mendengarkan musik pop pekan ini. Jika kabar ini benar, maka eksekusi ISIS kali ini menambah daftar panjang aksi kekerasan ISIS yang menganut paham Islam garis keras.

Dilaporkan The Independent ada Kamis (18/02), eksekusi ketiga remaja ini pertama kali dikabarkan oleh sejumlah media Kurdi. Eksekusi ini disebut terjadi di Mosul, kota di wilayah utara Irak yang terbesar dan dikuasai oleh ISIS.

Menurut ARA News, dua remaja ditangkap pada Jumat pekan lalu karena tidak menghadiri salat Jumat di masjid utama di Mosul.

Aktivis lokal, Abdulah al-Malla menyatakan keduanya kemudian dieksekusi dengan cara ditembak mati di luar masjid pada Minggu (14/02).

“Eksekusi itu terjadi setelah anggota Mahkamah Syariah membacakan pernyataan bersumpah siapa pun yang tidak mengikuti salat [berjamaah] di masjid [akan] menghadapi hukuman yang sama,” kata Malla.

Selain itu, patroli ISIS juga berhasil menangkap seorang remaja berusia 15 tahun bernama Ayham Hussein saat dia tengah mendengarkan musik di toko ayahnya.

Juru bicara untuk media Kurdi lainnya, Nineveh yang dikutip oleh ARA News menyatakan sang remaja ditangkap ketika tengah mendengarkan “musik Barat.”

“Dia kemudian dirujuk ke Mahkamah Syariah, yang mengeluarkan keputusan untuk mengeksekusinya,” ujar juru bicara itu.

Sang remaja dilaporkan dieksekusi dengan cara dipenggal kepalanya di depan publik. Jasad sang remaja kemudian diserahkan kepada keluarganya pada Selasa (16/02) malam.

Laporan ini tidak dapat diverifikasi secara independen, namun media Kurdi menyebutkan bahwa insiden itu nampaknya memicu kemarahan publik yang jarang terjadi di wilayah yang dikendalikan ISIS.

Juru bicara itu menyebutkan bahwa ini merupakan kali pertama kasus seperti ini terjadi di Mosul. Sebelumnya, menurut sang juru bicara, “tidak ada keputusan resmi dari Mahkamah Syariah untuk melarang mendengarkan musik Barat.”

Meski demikian, pada akhir Januari lalu, seorang remaja berusia 14 tahun juga dikabarkan menerima eksekusi dari ISIS atas tuduhan yang sama. Aktivis lainnya, Nasser Taljbini, menyatakan eksekusi itu dilakukan dengan kejam, karena orang tua sang remaja “dipaksa menyaksikan pemenggalan anak mereka sendiri.”

Kabar eksekusi ISIS terhadap sejumlah remaja ini mencuat di tengah laporan soal kemunduran ISIS di sejumlah wilayah di Irak.(exe/ist)
0 Komentar